Menu

coiga

AYO GABUNG

KARYA ANDA KAMI NANTIKAN

TENIS COI menantikan karya Anda untuk mengisi konten di situs ini.
Baik itu tulisan maupun foto tentang pemain, klub, pengurus Pengkot/Pengkab, Pengprov dan PP Pelti, turnamen dan kegiatan tenis lainnya. Kirim karya tulis atau karya foto Anda ke e-mail: akumemangcoi@yahoo.com.

Senin, 22 Juni 2009

PON TENIS: PELTI Wujudkan Aspirasi Daerah

CINTA TENIS INDONESIA - JAKARTA - PP Pelti untuk pertama kalinya akan menggelar Pekan Olahraga Nasional Tenis di Lapangan Tenis Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 25 Juni-7 Juli. Turnamen yang akan memperebutkan medali emas dan hadiah uang ini diselenggarakan untuk mewujudkan aspirasi daerah.

- Sekretaris Jenderal PP Pelti Soebronto Laras, Kamis (11/6) di Jakarta, mengatakan, saat munas PP Pelti di Jambi, dua tahun lalu, pengurus provinsi mengajukan aspirasi agar atlet daerah bisa tampil dalam turnamen nasional. ”Apalagi kesempatan mereka untuk tampil di PON kecil karena peserta dibatasi, hanya dari delapan daerah,” kata Soebronto.

Berdasarkan hal inilah PP Pelti menggelar PON Tenis agar atlet daerah bisa tampil dalam sebuah kejuaraan besar. Soebronto mengatakan, beberapa tujuan yang ingin dicapai dengan digelarnya kejuaraan ini adalah memberdayakan potensi petenis di daerah, menjaring petenis yunior yang potensial, dan mencoba mencegah ”jual beli” pemain yang sering kali terjadi menjelang PON yang diselenggarakan empat tahun sekali.

Untuk itu, PP Pelti mewajibkan peserta PON Tenis memiliki kartu tanda anggota (KTA) Pelti yang menjadi identitas daerah mereka. Namun, petenis memiliki kesempatan untuk mengubah KTA atau berpindah daerah dengan syarat mendapat persetujuan dari daerah asal.

”Misalnya DKI Jakarta memiliki 10 pemain, tetapi daerah yang bersangkutan hanya membutuhkan empat pemain. Sisanya lebih baik dibina di daerah lain. Tetapi, untuk kategori pemain senior memang sulit untuk mencegah perpindahan. Apalagi kalau sudah terkait uang,” tutur Soebronto.

Hadiah

Sementara itu, selain memperebutkan 29 medali emas, 29 perak, dan 58 perunggu, PON Tenis juga memperebutkan hadiah total Rp 500 juta. PP Pelti menekankan, hadiah uang tidak akan diperebutkan atlet yang ikut serta dalam nomor mini tenis (untuk petenis berusia 6-8 tahun), yunior kelompok umur (KU) 14 tahun, dan yunior KU 16 tahun. ”Ini karena peraturan internasional tidak memperbolehkan kelompok yunior mendapat hadiah uang,” jelas Soebronto.

Selain tiga kelompok yunior, PON Tenis juga akan mempertandingkan kelompok umum yang terdiri dari atlet senior nasional dan kelompok veteran, yaitu untuk petenis berusia 50 tahun ke atas. Pertandingan akan dibagi dalam dua format, yaitu beregu dan perorangan. (sihc/skoc)
***"JANGAN LEWATKAN: CINTA TENIS INDONESIA siap mengimformasikan kegiatan tenis di klub, Pengkot/Pengkab, Pengprov, PP Pelti, turnamen, kepelatihan, perwasitan, profil pemain junior dan senior, pembina, pelatih dan wasit serta sponsor dan lain-lain. Hubungi kami: HP: 081513873418 atau e-mail: faktorutama@yahoo.com. Kami nantikan." ***