- Petenis cantik berusia 23 tahun asal Serbia ini merebut gelar setelah dalam pertarungan final di Hall Bali International Convention Centre The Westin, Nusa Dua, Bali, menundukkan Alisa Kleybanova dari Rusia, 6-2 dan 7-6 (7-5), Minggu (7/11).
Sehari sebelumnya, di semifinal, Ivanovic menghentikan langkah Kimiko Date Krumm (Jepang) 7-5, 6-7 (5-7), dan 6-2, sedangkan Kleybanova menyingkirkan Daniela Hantuchova (Slovakia), 6-3 dan 6-1.
Bagi Ivanovic, suksesnya di Bali dapat dikatakan penuh makna. Pertama, jelas merupakan hadiah terindah ulang tahunnya ke-23 yang tepat jatuh pada Sabtu (6/11). Kemudian, dia kini pulang ke negaranya dengan menyandang ratu baru turnamen berhadiah 600.000 dolar Amerika Serikat itu menggantikan Aravane Rezai (Prancis) yang sudah tersisih di babak pertama. Apa yang diraihnya kali ini menjadi penebus kegagalannya ketika pertama kali bertandang ke Bali tahun 2006.
Mantan ratu tenis dunia ini juga pulang dengan kocek yang bertambah tebal, karena sebagai juara, dia mengantongi hadiah sebesar 210.000 dolar AS (sekitar Rp 1,9 miliar). Yang lebih penting lagi tentu posisinya di peringkat dua akan melejit dari urutan 24 saat ini ke jajaran 20 besar karena dia meraih 375 poin. Kenaikan peringkat ini bisa menjadi modal dan fondasi kuat petenis kelahiran Beograd yang kini bermukim di Basel, Swiss, tersebut untuk menapak lagi ke masa kejayaannya. Kisah Ivanovic di pertenisan dunia penuh liku-liku. Dia mengagetkan dunia dengan keberhasilannya menjuarai turnamen bergengsi grand slam Prancis Terbuka 2008. Kemudian, dia makin memesona dunia setelah naik tahta menjadi ratu tenis sejagat pada 9 Juni 2008.
Namun, setelah itu prestasinya mengalami penurunan hingga posisinya terpuruk ke posisi 24 dunia. Perjuangannya untuk mengembalikan kejayaan begitu berat.
Tahun ini, dia sepertinya akan hampa gelar kalau tidak tertolong dengan menjuarai turnamen Generali Ladies di Linz, Austria, 11 Oktober lalu. Gelar di bulan penghujung turnamen rangkaian WTA itu langsung menyelamatkan Ivanovic untuk meraih tiket ke Bali. Setelah tiket dalam genggamannya, dia tidak mau melepaskannya lagi, dan bahkan menambahnya dengan gelar istimewa.
Sedangkan bagi Kleybanova, kekalahannya di final di Bali membuat dia gagal menambah dua gelar yang diraihnya di Malaysia dan Korea Selatan. Sebenarnya, di Bali, dia juga melakukan awal mengesankan dengan menumbangkan juara bertahan Rezai. Sebagai runner-up dia harus puas pulang dengan hadiah sejumlah 120.000 dolar AS dan 255 poin.
Sementara itu, Kimiko Date-Krumm akhirnya merebut posisi ketiga CBTC 2010 setelah mengalahkan Daniela Hantuchova melalui dua set langsung dengan skor sama, 7-5 dan 7-5, Minggu (7/11). Kimiko mendapat hadiah 70.000 dolar AS dan 180 poin, sedangkan Hantuchova mendapat 60.000 dolar AS dan 165 poin. (CTI-1) ***"JANGAN LEWATKAN: CINTA TENIS INDONESIA siap mengimformasikan kegiatan tenis di klub, Pengkot/Pengkab, Pengprov, PP Pelti, turnamen, kepelatihan, perwasitan, profil pemain junior dan senior, pembina, pelatih dan wasit serta sponsor dan lain-lain. Hubungi kami: HP: 081513873418 atau e-mail: faktorutama@yahoo.com. Kami nantikan." ***
Sehari sebelumnya, di semifinal, Ivanovic menghentikan langkah Kimiko Date Krumm (Jepang) 7-5, 6-7 (5-7), dan 6-2, sedangkan Kleybanova menyingkirkan Daniela Hantuchova (Slovakia), 6-3 dan 6-1.
Bagi Ivanovic, suksesnya di Bali dapat dikatakan penuh makna. Pertama, jelas merupakan hadiah terindah ulang tahunnya ke-23 yang tepat jatuh pada Sabtu (6/11). Kemudian, dia kini pulang ke negaranya dengan menyandang ratu baru turnamen berhadiah 600.000 dolar Amerika Serikat itu menggantikan Aravane Rezai (Prancis) yang sudah tersisih di babak pertama. Apa yang diraihnya kali ini menjadi penebus kegagalannya ketika pertama kali bertandang ke Bali tahun 2006.
Mantan ratu tenis dunia ini juga pulang dengan kocek yang bertambah tebal, karena sebagai juara, dia mengantongi hadiah sebesar 210.000 dolar AS (sekitar Rp 1,9 miliar). Yang lebih penting lagi tentu posisinya di peringkat dua akan melejit dari urutan 24 saat ini ke jajaran 20 besar karena dia meraih 375 poin. Kenaikan peringkat ini bisa menjadi modal dan fondasi kuat petenis kelahiran Beograd yang kini bermukim di Basel, Swiss, tersebut untuk menapak lagi ke masa kejayaannya. Kisah Ivanovic di pertenisan dunia penuh liku-liku. Dia mengagetkan dunia dengan keberhasilannya menjuarai turnamen bergengsi grand slam Prancis Terbuka 2008. Kemudian, dia makin memesona dunia setelah naik tahta menjadi ratu tenis sejagat pada 9 Juni 2008.
Namun, setelah itu prestasinya mengalami penurunan hingga posisinya terpuruk ke posisi 24 dunia. Perjuangannya untuk mengembalikan kejayaan begitu berat.
Tahun ini, dia sepertinya akan hampa gelar kalau tidak tertolong dengan menjuarai turnamen Generali Ladies di Linz, Austria, 11 Oktober lalu. Gelar di bulan penghujung turnamen rangkaian WTA itu langsung menyelamatkan Ivanovic untuk meraih tiket ke Bali. Setelah tiket dalam genggamannya, dia tidak mau melepaskannya lagi, dan bahkan menambahnya dengan gelar istimewa.
Sedangkan bagi Kleybanova, kekalahannya di final di Bali membuat dia gagal menambah dua gelar yang diraihnya di Malaysia dan Korea Selatan. Sebenarnya, di Bali, dia juga melakukan awal mengesankan dengan menumbangkan juara bertahan Rezai. Sebagai runner-up dia harus puas pulang dengan hadiah sejumlah 120.000 dolar AS dan 255 poin.
Sementara itu, Kimiko Date-Krumm akhirnya merebut posisi ketiga CBTC 2010 setelah mengalahkan Daniela Hantuchova melalui dua set langsung dengan skor sama, 7-5 dan 7-5, Minggu (7/11). Kimiko mendapat hadiah 70.000 dolar AS dan 180 poin, sedangkan Hantuchova mendapat 60.000 dolar AS dan 165 poin. (CTI-1) ***"JANGAN LEWATKAN: CINTA TENIS INDONESIA siap mengimformasikan kegiatan tenis di klub, Pengkot/Pengkab, Pengprov, PP Pelti, turnamen, kepelatihan, perwasitan, profil pemain junior dan senior, pembina, pelatih dan wasit serta sponsor dan lain-lain. Hubungi kami: HP: 081513873418 atau e-mail: faktorutama@yahoo.com. Kami nantikan." ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar