- Menurut Ketua Umum PB Pelti Martina Wijaya kepada Waspada usai temu pers di Jakarta kemarin, pihaknya sudah mengirimkan undangan ke-33 Pengprov Pelti termasuk Sumut. Tapi sampai saat ini, baru 27 provinsi yang memastikan ikut di ajang yang akan memperebutkan 29 medali emas, 29 perak dan 58 perunggu tersebut.
Dikatakan Martina, sekiranya memang pihak Pengprov tidak bisa mengirimkan atletnya di ajang yang akan mempertandingkan lima nomor ini, hendaknya mereka bisa mendelegasikan pengurus di tingkat kabupaten atau klub yang ada di wilayahnya.
"Sayang sekali tidak ada utusannya di ajang ini. Karena itu, kami berharap agar Pengprov yang belum memberikan kepastian bisa mendelegasikan wakilnya," pinta Martina.
Dihubungi terpisah, Ketua Harian PB Pelti Sumut Hanif Ray menegaskan, pihaknya memang sengaja tidak mengirimkan wakilnya di ajang PON yang baru pertama kali bergulir tahun ini, karena seluruh atletnya konsentrasi mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas).
Sementara itu, mantan petenis putri nomor satu nasional Yayuk Basuki dipastikan kembali akan bernostalgia dengan Romana Tedjakusuma di ajang Turnamen Kapolri Cup. Kedua petenis putri senior ini akan berpasangan untuk ikut memperebutkan total hadiah Rp300 juta di Lapangan Tenis Hotel The Sultan Jakarta, 14-21 Juni mendatang.
"Sebetulnya, ini bukan pertama kali saya tampil di ajang resmi, setelah memutuskan kembali ke lapangan. Beberapa hari lalu, saya baru saja pulang dari Korea Selatan dan juga tampil di Balikpapan," kata Yayuk. (swoc)
***"JANGAN LEWATKAN: CINTA TENIS INDONESIA siap mengimformasikan kegiatan tenis di klub, Pengkot/Pengkab, Pengprov, PP Pelti, turnamen, kepelatihan, perwasitan, profil pemain junior dan senior, pembina, pelatih dan wasit serta sponsor dan lain-lain. Hubungi kami: HP: 081513873418 atau e-mail: faktorutama@yahoo.com. Kami nantikan." ***