Sebagai unggulan utama Sandy tidak mengalami kesulitan untuk menundukkan He Chun Yang dalam pertarungan di lapangan utama Pusat Tenis Kemayoran, Jakarta, Jumat (8/8). Dengan keunggulan tehnik dan pengalamannya, Sandy menundukkan lawannya 6-2, 6-3.
Sedangkan Beatrice dalam perang saudara sesama petenis Indonesia mengalahkan Lutfiana A Budiharto. Bea - demikian panggilan akrab Beatrice - menang juga dua set langsung 6-2, 6-2.
Final sesama putri dari pasangan suami istri Rudy Gumulya dan Siantiningsih akan dilaksanakan Sabtu (9/8) pukul 10.00. Dengan terwujudnya final sesama keluarga Gumulya itu maka Indonesia mampu mengamankan gelar tunggal putri berturut-turut. Pada turnamen sejenis, Solo Open, pekan lalu, Sandy juga berhasil meraih gelar.
Sandy yang pekan lalu menjuarai Solo Open Womens Circuit mengaku tidak terbebani menjadi penentu bisa tidaknya mewujudkan final sesama pemain Indonesia sekaligus memastikan gelar untuk tuan rumah. Pasalnya dia tampil dalam turnamen di Solo maupun di Jakarta ini sebagai pengisi kekosongannya untuk bertanding karena tidak ada turnamen berhadiah 25.000 dolar yang terdekat saat ini. "Ya saya anggap sebagai ajang untuk mengisi kekosongan pertandingan sekalgus juga menguji latihan," ujar Sandy saat ditemui usai pertandingan di Kemayoran.
Pada nomor ganda, Indonesia juga mempunyai peluang untuk merebut gelar setelah duet Angelique "Angie" Widjaja/Lisa Andriyani melaju ke final. Mereka di semifinal, Jumat, menang sempurna 6-0, 6-0 atas Kim Kun Hee/Harshini Reddy (Korsel/Australia). Ada keunikan dari Kim/Reddy. Mereka melaju ke semifinal setelah menang walk over (wo) dua kali sehingga tidak sempat mengayunkan raket di lapangan. Ketika bisa main melawan Angie/Lisa ternyata mereka langsung kalah.
Di final, Angie/Lisa akan bertemu Chen Yi/Kim Jin Hee (Taiwan/Korsel) yang menempati unggulan utama. Mereka di semifinal menundukkan duet Indonesia, Grace Sari/Septi Mende 6-1, 6-1.
Sampai berita ini diturunkan final masih berlangsung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar