- Di partai puncak turnamen berhadiah total 10.000 dolar AS itu, Ayu tampil penuh percaya diri. Alhasil, dia dapat mengatasi ketegangannya saat menghadapi Sekulic yang merupakan petenis kualifikasi.
"Saya kadang merasa tegang saat menghadapi partai final. Tapi kali ini saya bisa mengatasi dengan baik. Syukur saya dapat meraih gelar juara pada turnamen ini," ujar pemain berusia 21 tahun tersebut.
Keberhasilan Ayu yang kelahiran Denpasar, Bali 29 November 1988 dan bertinggi badan 162 centimeter itu, sekaligus mengobati kekecewaan yang dialami tiga rekannya, Lavinia Tananta, Jessy Rompies, dan Beatrice Gumulya, yang tersisih pada babak-babak sebelumnya.
Di semifinal pun Ayu, yang merupakan unggulan utama, melangkah sendirian. Dia dikepung dua pemain tuan rumah dan dari Jerman, yakni Veratchaya Wongteanchai, Nungnadda Wannasuk, dan Sekulic.
Usai turnamen ini, Ayu yang merupakan anak pasangan Komang Ngurah dan Sripuiastuti, langsung ikut turnamen berikutnya, yakni Pattaya Open, yang berlangsung di komplek lapangan tenis Pantai Pattaya yang masih berada di kota Bangkok.
Ketiga rekannya Lavinia, Jessy dan Beatrice juga turut serta dalam turnamen Pattaya yang berhadiah total 10.000 dolar AS. Belum diketahui apakah Ayu akan kembali menempati unggulan pertama. (sihc/skoc)
***"JANGAN LEWATKAN: CINTA TENIS INDONESIA siap mengimformasikan kegiatan tenis di klub, Pengkot/Pengkab, Pengprov, PP Pelti, turnamen, kepelatihan, perwasitan, profil pemain junior dan senior, pembina, pelatih dan wasit serta sponsor dan lain-lain. Hubungi kami: HP: 081513873418 atau e-mail: faktorutama@yahoo.com. Kami nantikan." ***