
Oleh: Gungde Ariwangsa
Sumber Asli -- CINTA TENIS INDONESIA - ISENG-iseng menyelusuri berita tenis di media online ternyata banyak yang menarik. Terutama untuk kenyamanan, keamanan dan kesiapan menghadapi kepalsuan. Baik itu tentang berita palsu, produk palsu, program palsu, maupun kebijakan organisasi yang palsu.
- Dunia menang penuh dengan kepalsuan. Simak saja pomeo yang menyatakan: Hidup adalah sandiwara. Maka banyak pula yang bersandiwara dalam hidup ini.
Termasuk bersandiwara di dunia tenis. Untuk itu maka tentu perlu waspada dalam melangkah sehingga tidak masuk jerat sandiwara palsu. Jika sampai terjerat maka bukan saja akan rugi materi namun juga bisa rugi perasaan dan sakit hati.
Nah diantara beberapa berita menarik tentang tenis di dunia maya itu ada pantas disimak yaitu artikel yang berjudul "Hati-hati Terhadap Raket Tenis Palsu di Pasaran". Dalam artikel yang dimuat pada blog Tennis Freak (http://prasso.wordpress.com/2008/02/27/hati-hati-terhadap-raket-tenis-palsu-di-pasaran/) itu diulas tentang pengalaman penulis dalam menemukan raket aspal itu. Dari sini penulis ingin mengingatkan agar hati-hati dalam membeli produk, khususnya raket tenis.
Tulisan itu memang diluncurkan dua tahun yang lalu. Tepatnya 27 Februari 2008. Namun dari sana justru memunculkan pertanyaan apakah sekarang masih berlanjut tindakan pemalsuan itu? Ataukah pemalsuan itu sudah tidak ada lagi?
Disinilah dibutuhkan panduan dari induk organisasi cabang olahraga tenis yaitu Pengurus Pusat Pelti. Dengan berkembangnya orang yang menekuni tenis PP Pelti tidak bisa berpangku tangan dalam memonitor masalah produk-produk tenis ini. PP Pelti perlu mengeluarkan panduan tentang mana yang palsu dan mana yang asli atau mana yang aspal.
Sudah saatnya PP Pelti memiliki badan yang memonitor produk-produk tenis ini. Jangan dibiarkan masyarakat tenis bertanya-tanya, gamang dan kemudian terjebak dalam lingkaran kepalsuan. Dengan perhatian PP Pelti dalam mengurus masalah produk yang benar-benar asli ini maka masyarakat tenis akan punya pegangan mana yang asli, palsu dan aspal.
Semoga PP Pelti cepat tanggap. Dengan demikian nanti akan terkikis kepalsuan di dunia tenis. Atau memang harus dibiarkan kepalsuan terus melingkari dunia tenis Indonesia? ***
Artikel: Hati-hati Terhadap Raket Tenis Palsu di Pasaran
Februari 27, 2008
Beberapa waktu lalu saya mendapatkan sebuah link dari kawan saya. Link ini menuju ke blog tentang tennis yang diasuh oleh kawan saya, Nawin, orang Singapura. Hal menarik dalam salah satu tulisannya adalah mengenai beredarnya raket palsu di pasaran yang semakin marak saat ini. Saya sendiri dulu pernah mengalami sendiri membeli raket palsu karena tergiur harganya yang miring. Tapi akibatnya adalah ketika main, timbul rasa ketidaknyamanan entah itu raketnya sangat bergetar atau distribusi beratnya yang tidak sesuai sehingga berpengaruh terhadap performa kita di lapangan.
Menurut saya saat ini bagi pemain-pemain rekreasional, raket yang paling banyak dipakai adalah Wilson dan Babolat. Wilson dengan variannya mulai dari Hyper Hammer hingga Ncode dan sekarang Kfactor merajai pasaran raket, sedangkan saingannya saat ini adalah Babolat dengan varian raket pure drive-nya. Sedangkan untuk brand lain yang sudah lama seperti Prince, Head, Yonex dan Dunlop saya kira kurang populer lagi saat ini.
Dua Produsen raket itulah yang disorot saat ini. Karena kepopulerannya, maka belakangan ini banyak raket palsu yang beredar di pasaran dengan mengusung brand tersebut. Untuk Wilson, saya kira sudah lama beredar versi “KW2” atau istilahnya bagi penjual raket adalah kualitas nomor dua-nya. Sedangkan Babolat setelah sukses dengan pure drive-nya, saat ini sudah mulai beredar KW2-nya alias imitasinya. Saya sendiri baru mendengar saja kalau telah beredar babolat palsu di pasaran. Adalah kawan saya, Nawin, yang menulis di blognya lengkap beserta foto-foto perbandingan antara yang asli dengan yang palsu.
Nawin sendiri memiliki pengalaman yang menarik ketika membeli raket Wilson Kfactor 95. Setelah pembelian pertamanya, ia merasa cocok dengan raket tersebut dan memutuskan untuk membeli raket kedua di toko yang sama. Sebagai catatan, raket-raket yang ia beli merupakan produk asli versi asia yang notabene buatan negara Cina di toko olahraga yang saya kira juga terpercaya, yaitu Royal Sporting House. Hasilnya ketika memakai raket kedua terdapat feeling yang berbeda dibandingkan saat memakai raket pertama. Setelah diteliti dengan seksama, ternyata terdapat beberapa perbedaan antara raket yang dibeli pertama kali dengan raket yang kedua. Marilah kita lihat bukti-buktinya:
Bukti pertama adalah yang paling jelas dan paling parah menurut saya. Dua raket ini jelas memiliki perbedaan perbandingan berat antara kepala raket dengan gagangnya. Perbedaan ini jelas saja mempengaruhi keseimbangan dan feel kita ketika memukul bola.
k-six-one-95-balance.jpg
Yang Kedua, Foto-foto tersebut di ambil pada posisi yang sama. Lihatlah letak perbedaan antara raket satu dengan lainnya dimana lambang Kfactor yang satu diakhiri dengan tanda Trade Mark (TM) dan satu lagi dengan lambang Registered (R).
k-six-one-95-differences2.jpg
Logo Kfactor yang diakhiri dengan tanda Trade Mark (TM)
k-six-one-95-differences3.jpg
Logo Kfactor yang diakhiri dengan tanda Registered (R)
Begitu pula gambar berikut, pada posisi yang sama menunjukkan logo yang berbeda. Yang satu TM dan satu lagi R. Seharusnya suatu produk telah ditetapkan standar baku yang konsisten baik dalam berat, distribusi berat, maupun pengerjaan finishingnya meliputi pengecatan dan pemberian logo-logo tadi.
k-six-one-95-differences7.jpg
Untungnya di Singapura toko penjual raket terhadap konsumennya sangat baik. Sehingga ketika dikomplain, toko segera menggantinya dengan yang baru yang sama dengan raket yang Nawin pertama beli karena menurut dia raket tersebut yang feel-nya lebih enak. Bayangkan kalau di Indonesia, umumnya barang yang sudah dibeli tidak dapat lagi dikembalikan atau ditukar jadi kita harus jeli sekali.
Selanjutnya adalah raket Babolat Pure Drive palsu. Yang ini dari segi finishing dan paintwork-nya sangat baik. Jadi anda diharapkan jeli untuk menemukan kejanggalan-kejanggalan yang lain.
Raket yang palsu umumnya bila ditimbang dengan yang aslinya, maka akan terasa lebih ringan. Ukuran rangkanya pun terlihat lebih tipis daripada yang aslinya. Perhatikan gambar berikut, raket yang asli adalah yang di atas.
babolat.jpg
Satu lagi yang berbeda adalah bentuk dari kepala raket. Babolat Pure Drive yang palsu memiliki rangka yang lebih oval dibandingkan dengan yang asli. Perhatikan gambar di bawah ini. Yang manakah menurut anda yang palsu? Raket yang palsu adalah yang di sebelah kiri.
img_7234-vi.jpg
Saat ini pembuatan raket, terutama untuk kawasan Asia, sudah diproduksi secara massal di Cina. Seperti kita ketahui produk Cina terkadang memiliki kualitas buruk dalam hal material maupun polesan akhirnya. Hal yang terjadi pada kawan saya Nawin merupakan hal yang cukup unik karena dia membeli raket yang notabene asli dari satu toko yang sama namun ternyata memiliki perbedaan yang signifikan. Kemungkinan yang terjadi adalah raket diproduksi dari satu pabrik yang sama namun buruk dalam hal QC dan tidak mengikuti standar yang ditetapkan Wilson atau raket diproduksi dari dua pabrik yang berbeda dengan standar baku yang berbeda pula. Yang mana yang benar, Wallahualam. Jikalau ingin membeli raket yang asli dan paling aman dari standar ganda seperti ini, ya mungkin anda bisa memilih untuk memesannya via internet dari Amerika karena produk-produk dari sana setahu saya memiliki Quality Control yang sangat ketat sehingga bisa dipastikan satu produk dengan produk lainnya yang sama memiliki standar spesifikasi yang sama pula
Jadi hikmah yang bisa diambil dari artikel ini adalah berhati-hatilah dalam memilih raket terutama bagi para pemula yang baru akan memiliki raket. Bagi anda yang mementingkan kualitas, janganlah tergiur dengan raket baru yang berharga murah karena umumnya harga seimbang dengan kualitasnya. Belilah pada toko-toko yang terpercaya. Dan jika memilih raket, mintalah kepada penjual setidaknya 3 raket yang sama dan timbanglah dengan jari telunjuk pada leher raket dan carilah yang paling konsisten bilamana terdapat perbedaan distribusi berat. (sumber Tennis Freak). (CTI-1)
***"JANGAN LEWATKAN: CINTA TENIS INDONESIA siap mengimformasikan kegiatan tenis di klub, Pengkot/Pengkab, Pengprov, PP Pelti, turnamen, kepelatihan, perwasitan, profil pemain junior dan senior, pembina, pelatih dan wasit serta sponsor dan lain-lain. Hubungi kami: HP: 081513873418 atau e-mail: faktorutama@yahoo.com. Kami nantikan." ***
Termasuk bersandiwara di dunia tenis. Untuk itu maka tentu perlu waspada dalam melangkah sehingga tidak masuk jerat sandiwara palsu. Jika sampai terjerat maka bukan saja akan rugi materi namun juga bisa rugi perasaan dan sakit hati.
Nah diantara beberapa berita menarik tentang tenis di dunia maya itu ada pantas disimak yaitu artikel yang berjudul "Hati-hati Terhadap Raket Tenis Palsu di Pasaran". Dalam artikel yang dimuat pada blog Tennis Freak (http://prasso.wordpress.com/2008/02/27/hati-hati-terhadap-raket-tenis-palsu-di-pasaran/) itu diulas tentang pengalaman penulis dalam menemukan raket aspal itu. Dari sini penulis ingin mengingatkan agar hati-hati dalam membeli produk, khususnya raket tenis.
Tulisan itu memang diluncurkan dua tahun yang lalu. Tepatnya 27 Februari 2008. Namun dari sana justru memunculkan pertanyaan apakah sekarang masih berlanjut tindakan pemalsuan itu? Ataukah pemalsuan itu sudah tidak ada lagi?
Disinilah dibutuhkan panduan dari induk organisasi cabang olahraga tenis yaitu Pengurus Pusat Pelti. Dengan berkembangnya orang yang menekuni tenis PP Pelti tidak bisa berpangku tangan dalam memonitor masalah produk-produk tenis ini. PP Pelti perlu mengeluarkan panduan tentang mana yang palsu dan mana yang asli atau mana yang aspal.
Sudah saatnya PP Pelti memiliki badan yang memonitor produk-produk tenis ini. Jangan dibiarkan masyarakat tenis bertanya-tanya, gamang dan kemudian terjebak dalam lingkaran kepalsuan. Dengan perhatian PP Pelti dalam mengurus masalah produk yang benar-benar asli ini maka masyarakat tenis akan punya pegangan mana yang asli, palsu dan aspal.
Semoga PP Pelti cepat tanggap. Dengan demikian nanti akan terkikis kepalsuan di dunia tenis. Atau memang harus dibiarkan kepalsuan terus melingkari dunia tenis Indonesia? ***
Artikel: Hati-hati Terhadap Raket Tenis Palsu di Pasaran
Februari 27, 2008
Beberapa waktu lalu saya mendapatkan sebuah link dari kawan saya. Link ini menuju ke blog tentang tennis yang diasuh oleh kawan saya, Nawin, orang Singapura. Hal menarik dalam salah satu tulisannya adalah mengenai beredarnya raket palsu di pasaran yang semakin marak saat ini. Saya sendiri dulu pernah mengalami sendiri membeli raket palsu karena tergiur harganya yang miring. Tapi akibatnya adalah ketika main, timbul rasa ketidaknyamanan entah itu raketnya sangat bergetar atau distribusi beratnya yang tidak sesuai sehingga berpengaruh terhadap performa kita di lapangan.
Menurut saya saat ini bagi pemain-pemain rekreasional, raket yang paling banyak dipakai adalah Wilson dan Babolat. Wilson dengan variannya mulai dari Hyper Hammer hingga Ncode dan sekarang Kfactor merajai pasaran raket, sedangkan saingannya saat ini adalah Babolat dengan varian raket pure drive-nya. Sedangkan untuk brand lain yang sudah lama seperti Prince, Head, Yonex dan Dunlop saya kira kurang populer lagi saat ini.
Dua Produsen raket itulah yang disorot saat ini. Karena kepopulerannya, maka belakangan ini banyak raket palsu yang beredar di pasaran dengan mengusung brand tersebut. Untuk Wilson, saya kira sudah lama beredar versi “KW2” atau istilahnya bagi penjual raket adalah kualitas nomor dua-nya. Sedangkan Babolat setelah sukses dengan pure drive-nya, saat ini sudah mulai beredar KW2-nya alias imitasinya. Saya sendiri baru mendengar saja kalau telah beredar babolat palsu di pasaran. Adalah kawan saya, Nawin, yang menulis di blognya lengkap beserta foto-foto perbandingan antara yang asli dengan yang palsu.
Nawin sendiri memiliki pengalaman yang menarik ketika membeli raket Wilson Kfactor 95. Setelah pembelian pertamanya, ia merasa cocok dengan raket tersebut dan memutuskan untuk membeli raket kedua di toko yang sama. Sebagai catatan, raket-raket yang ia beli merupakan produk asli versi asia yang notabene buatan negara Cina di toko olahraga yang saya kira juga terpercaya, yaitu Royal Sporting House. Hasilnya ketika memakai raket kedua terdapat feeling yang berbeda dibandingkan saat memakai raket pertama. Setelah diteliti dengan seksama, ternyata terdapat beberapa perbedaan antara raket yang dibeli pertama kali dengan raket yang kedua. Marilah kita lihat bukti-buktinya:
Bukti pertama adalah yang paling jelas dan paling parah menurut saya. Dua raket ini jelas memiliki perbedaan perbandingan berat antara kepala raket dengan gagangnya. Perbedaan ini jelas saja mempengaruhi keseimbangan dan feel kita ketika memukul bola.
k-six-one-95-balance.jpg
Yang Kedua, Foto-foto tersebut di ambil pada posisi yang sama. Lihatlah letak perbedaan antara raket satu dengan lainnya dimana lambang Kfactor yang satu diakhiri dengan tanda Trade Mark (TM) dan satu lagi dengan lambang Registered (R).
k-six-one-95-differences2.jpg
Logo Kfactor yang diakhiri dengan tanda Trade Mark (TM)
k-six-one-95-differences3.jpg
Logo Kfactor yang diakhiri dengan tanda Registered (R)
Begitu pula gambar berikut, pada posisi yang sama menunjukkan logo yang berbeda. Yang satu TM dan satu lagi R. Seharusnya suatu produk telah ditetapkan standar baku yang konsisten baik dalam berat, distribusi berat, maupun pengerjaan finishingnya meliputi pengecatan dan pemberian logo-logo tadi.
k-six-one-95-differences7.jpg
Untungnya di Singapura toko penjual raket terhadap konsumennya sangat baik. Sehingga ketika dikomplain, toko segera menggantinya dengan yang baru yang sama dengan raket yang Nawin pertama beli karena menurut dia raket tersebut yang feel-nya lebih enak. Bayangkan kalau di Indonesia, umumnya barang yang sudah dibeli tidak dapat lagi dikembalikan atau ditukar jadi kita harus jeli sekali.
Selanjutnya adalah raket Babolat Pure Drive palsu. Yang ini dari segi finishing dan paintwork-nya sangat baik. Jadi anda diharapkan jeli untuk menemukan kejanggalan-kejanggalan yang lain.
Raket yang palsu umumnya bila ditimbang dengan yang aslinya, maka akan terasa lebih ringan. Ukuran rangkanya pun terlihat lebih tipis daripada yang aslinya. Perhatikan gambar berikut, raket yang asli adalah yang di atas.
babolat.jpg
Satu lagi yang berbeda adalah bentuk dari kepala raket. Babolat Pure Drive yang palsu memiliki rangka yang lebih oval dibandingkan dengan yang asli. Perhatikan gambar di bawah ini. Yang manakah menurut anda yang palsu? Raket yang palsu adalah yang di sebelah kiri.
img_7234-vi.jpg
Saat ini pembuatan raket, terutama untuk kawasan Asia, sudah diproduksi secara massal di Cina. Seperti kita ketahui produk Cina terkadang memiliki kualitas buruk dalam hal material maupun polesan akhirnya. Hal yang terjadi pada kawan saya Nawin merupakan hal yang cukup unik karena dia membeli raket yang notabene asli dari satu toko yang sama namun ternyata memiliki perbedaan yang signifikan. Kemungkinan yang terjadi adalah raket diproduksi dari satu pabrik yang sama namun buruk dalam hal QC dan tidak mengikuti standar yang ditetapkan Wilson atau raket diproduksi dari dua pabrik yang berbeda dengan standar baku yang berbeda pula. Yang mana yang benar, Wallahualam. Jikalau ingin membeli raket yang asli dan paling aman dari standar ganda seperti ini, ya mungkin anda bisa memilih untuk memesannya via internet dari Amerika karena produk-produk dari sana setahu saya memiliki Quality Control yang sangat ketat sehingga bisa dipastikan satu produk dengan produk lainnya yang sama memiliki standar spesifikasi yang sama pula
Jadi hikmah yang bisa diambil dari artikel ini adalah berhati-hatilah dalam memilih raket terutama bagi para pemula yang baru akan memiliki raket. Bagi anda yang mementingkan kualitas, janganlah tergiur dengan raket baru yang berharga murah karena umumnya harga seimbang dengan kualitasnya. Belilah pada toko-toko yang terpercaya. Dan jika memilih raket, mintalah kepada penjual setidaknya 3 raket yang sama dan timbanglah dengan jari telunjuk pada leher raket dan carilah yang paling konsisten bilamana terdapat perbedaan distribusi berat. (sumber Tennis Freak). (CTI-1)
***"JANGAN LEWATKAN: CINTA TENIS INDONESIA siap mengimformasikan kegiatan tenis di klub, Pengkot/Pengkab, Pengprov, PP Pelti, turnamen, kepelatihan, perwasitan, profil pemain junior dan senior, pembina, pelatih dan wasit serta sponsor dan lain-lain. Hubungi kami: HP: 081513873418 atau e-mail: faktorutama@yahoo.com. Kami nantikan." ***