- Direktur Turnamen Deddy Prasetyo di Jakarta, Rabu (11/8/10), mengatakan turnamen ini diselenggarakan untuk membuka peluang bagi petenis Indonesia meningkatkan peringkat internasional mereka.
"Kita selenggarakan turnamen ini karena untuk mengatrol peringkat internasional petenis kita. Kalau peringkat menjadi modal mereka mengikuti turnamen internasional. Tanpa pringkat internasional yang baik, sulit bagi pemain kita mengikuti turnamen internasional. Jangankan masuk babak utama, tampil di babak kualifikasi saja sangat sulit," kata Deddy.
Dia mencontohkan turnamen internasional junior di Thailand, sulit bagi petenis Indonesia masuk kualifikasi. Hal ini disebabkan di Thailand sendiri banyak sekali petenis yang juga ingin ikut babak kualifikasi. Begitu pula di Australia, atau di China.
"Yang masih terbuka peluang bagi kita bila ikut turnamen di Malaysia, karena tidak begitu banyak petenis di sana," kata Deddy.
Turnamen internasional di Jakarta tersebut akan diikuti 64 petenis di babak utama. Dari jumlah itu, enam dari wild card dan delapan diambil dari kualifikasi.
Pertandingan babak kualifikasi akan berlangsung 13-14 November. Sementara babak utama berlangsung 15-21 November.
Menurut rencana, pertandingan internasional ini akan menggunakan lapangan tanah liat atau gravel. Sementara pertandingan kelompok nasional yang dilaksanakan bersamaan dengan turnamen internasional itu, berlangsung di hard court atau lapangan keras Gelora Bung Karno. Pertandingan internasiononal dilakukan di lapangan gravel karena jumlah lapangan yang ada dianggap mencukupi, yaitu 12 lapangan.
"Jadi dua lapangan akan kami pakai untuk pemanasan dan sepuluh untuk pertandingan. Sementara itu hard court hanya ada delapan sehingga tidak memadai untuk yang internasional," kata Deddy. (CTI-1) ***"JANGAN LEWATKAN: CINTA TENIS INDONESIA siap mengimformasikan kegiatan tenis di klub, Pengkot/Pengkab, Pengprov, PP Pelti, turnamen, kepelatihan, perwasitan, profil pemain junior dan senior, pembina, pelatih dan wasit serta sponsor dan lain-lain. Hubungi kami: HP: 081513873418 atau e-mail: faktorutama@yahoo.com. Kami nantikan." ***
"Kita selenggarakan turnamen ini karena untuk mengatrol peringkat internasional petenis kita. Kalau peringkat menjadi modal mereka mengikuti turnamen internasional. Tanpa pringkat internasional yang baik, sulit bagi pemain kita mengikuti turnamen internasional. Jangankan masuk babak utama, tampil di babak kualifikasi saja sangat sulit," kata Deddy.
Dia mencontohkan turnamen internasional junior di Thailand, sulit bagi petenis Indonesia masuk kualifikasi. Hal ini disebabkan di Thailand sendiri banyak sekali petenis yang juga ingin ikut babak kualifikasi. Begitu pula di Australia, atau di China.
"Yang masih terbuka peluang bagi kita bila ikut turnamen di Malaysia, karena tidak begitu banyak petenis di sana," kata Deddy.
Turnamen internasional di Jakarta tersebut akan diikuti 64 petenis di babak utama. Dari jumlah itu, enam dari wild card dan delapan diambil dari kualifikasi.
Pertandingan babak kualifikasi akan berlangsung 13-14 November. Sementara babak utama berlangsung 15-21 November.
Menurut rencana, pertandingan internasional ini akan menggunakan lapangan tanah liat atau gravel. Sementara pertandingan kelompok nasional yang dilaksanakan bersamaan dengan turnamen internasional itu, berlangsung di hard court atau lapangan keras Gelora Bung Karno. Pertandingan internasiononal dilakukan di lapangan gravel karena jumlah lapangan yang ada dianggap mencukupi, yaitu 12 lapangan.
"Jadi dua lapangan akan kami pakai untuk pemanasan dan sepuluh untuk pertandingan. Sementara itu hard court hanya ada delapan sehingga tidak memadai untuk yang internasional," kata Deddy. (CTI-1) ***"JANGAN LEWATKAN: CINTA TENIS INDONESIA siap mengimformasikan kegiatan tenis di klub, Pengkot/Pengkab, Pengprov, PP Pelti, turnamen, kepelatihan, perwasitan, profil pemain junior dan senior, pembina, pelatih dan wasit serta sponsor dan lain-lain. Hubungi kami: HP: 081513873418 atau e-mail: faktorutama@yahoo.com. Kami nantikan." ***