- Kemenangan pertama disumbangkan oleh pasangan veteran Edy Kusdaryanto dan Cahyono. Mereka menumbangkan ganda pertama Sampang Sulistyo Wibowo/Anang 8-5. Sejak awal pertandingan dua pasangan Jatinegara A itu memang menunjukkan dominasinya. Sebaliknya, lawan yang ingin mengejar justru sering melakukan kesalahan.
Wakil Jatinegara A dari pasangan senior, Hendri Susilo/Ketut Nesa Arta, meneruskan dominasi Jatinegara A. Mereka menaklukkan wakil Sampang Fandy Suyadi/Peter Handoyo 8-6.
Hendri/Nesa sempat tertinggal 3-4 dalam laga yang menggunakan sistem pro set itu. Mereka menyamakan kedudukan pada skor 4-4 dan akhirnya merampungkan pertandingan dengan kemenangan 8-6.
Kemenangan itu disyukuri Nesa. Sebab, torehan tersebut membuat timnya tak perlu melakoni laga ketiga sebagai penentuan kemenangan. "Pertandingan sangat imbang tadi (kemarin, red). Kalau kami tak bisa menahan servis, pasti kalah. Makanya, kami berusaha untuk menahan servis mereka terus. Kami hanya menang beruntung saja kok," ujar Nesa.
Kesuksesan Jatinegara menuju juara memang terlihat sejak semifinal. Pada babak perebutan tiket final itu, Nesa dkk hanya membutuhkan dua pertandingan kontra Jatinegara B. Sampang yang diperkuat Bonit Wiryawan harus melalui tiga pertandingan di babak empat besar melawan Pemkab Tulungagung Tenis Club (PTTC) 2-1.
"Saya puas dengan sukses Jatinegara A menjadi juara. Meski sedikit kerja keras di babak penyisihan, jalan menuju final dan menjadi juara tak terlalu sulit," ujar Manajer Jatinegara A Herry Kairupan.
Bonit, penggagas turnamen itu, berharap agar ajang tersebut berlanjut tahun depan. Mungkin, tidak hanya tim beregu pria yang dipertaruhkan. Mantan petenis nasional itu pun berharap bisa menambah kategori wanita. (CTI-1) ***"JANGAN LEWATKAN: CINTA TENIS INDONESIA siap mengimformasikan kegiatan tenis di klub, Pengkot/Pengkab, Pengprov, PP Pelti, turnamen, kepelatihan, perwasitan, profil pemain junior dan senior, pembina, pelatih dan wasit serta sponsor dan lain-lain. Hubungi kami: HP: 081513873418 atau e-mail: faktorutama@yahoo.com. Kami nantikan." ***
Wakil Jatinegara A dari pasangan senior, Hendri Susilo/Ketut Nesa Arta, meneruskan dominasi Jatinegara A. Mereka menaklukkan wakil Sampang Fandy Suyadi/Peter Handoyo 8-6.
Hendri/Nesa sempat tertinggal 3-4 dalam laga yang menggunakan sistem pro set itu. Mereka menyamakan kedudukan pada skor 4-4 dan akhirnya merampungkan pertandingan dengan kemenangan 8-6.
Kemenangan itu disyukuri Nesa. Sebab, torehan tersebut membuat timnya tak perlu melakoni laga ketiga sebagai penentuan kemenangan. "Pertandingan sangat imbang tadi (kemarin, red). Kalau kami tak bisa menahan servis, pasti kalah. Makanya, kami berusaha untuk menahan servis mereka terus. Kami hanya menang beruntung saja kok," ujar Nesa.
Kesuksesan Jatinegara menuju juara memang terlihat sejak semifinal. Pada babak perebutan tiket final itu, Nesa dkk hanya membutuhkan dua pertandingan kontra Jatinegara B. Sampang yang diperkuat Bonit Wiryawan harus melalui tiga pertandingan di babak empat besar melawan Pemkab Tulungagung Tenis Club (PTTC) 2-1.
"Saya puas dengan sukses Jatinegara A menjadi juara. Meski sedikit kerja keras di babak penyisihan, jalan menuju final dan menjadi juara tak terlalu sulit," ujar Manajer Jatinegara A Herry Kairupan.
Bonit, penggagas turnamen itu, berharap agar ajang tersebut berlanjut tahun depan. Mungkin, tidak hanya tim beregu pria yang dipertaruhkan. Mantan petenis nasional itu pun berharap bisa menambah kategori wanita. (CTI-1) ***"JANGAN LEWATKAN: CINTA TENIS INDONESIA siap mengimformasikan kegiatan tenis di klub, Pengkot/Pengkab, Pengprov, PP Pelti, turnamen, kepelatihan, perwasitan, profil pemain junior dan senior, pembina, pelatih dan wasit serta sponsor dan lain-lain. Hubungi kami: HP: 081513873418 atau e-mail: faktorutama@yahoo.com. Kami nantikan." ***